Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. (QS. Al Mulk: 15).
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Haji. Tampilkan semua postingan

Perjuangan Istri Korban Tragedi Crane Masjidil Haram

Erni Sampe Dosen, Istri Almarhum Korban Tragedi Makkah
Salah satu jamaah haji dari Bulukumba, Darwis Rahim Cogge (alm) adalah salah satu korban wafat para peristiwa robohnya crane di Masjidil Haram, Jumat (11/09) lalu. Almarhum berangkat bersama istri (Erni Sampe Dosen), mertua (Abdul Jalil), adik ipar (Fatmawati Abdul Jalil), dan tantenya (Rosdiana bin Haji Muluk).

Jumat (18/09), Tim Media Center Haji (MCH) berkesempatan silaturahim ke pemondokan Erni di Hotel Manazil Al Hayat Sektor 7 (703) lantai 7 yang berada sekitar 2 kilo meter dari Masjidil Haram. Saat itu, Erni tampak duduk di depan lift hotel bersama teman wanitanya tersebut.

Warga Kabupaten Bulukumba itu sempat berkisah tentang saat-saat crane menimpa suaminya. Erni bercerita kalau dia bersama suaminya Darwis, ayahnya Abdul Jalil, adiknya Fatmawati Abdul Jalil, dan tantenya Rosdiana bin Haji Muluk baru tiba di Tanah Suci, Jumat (11/09) sekitar pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS). Setelah beristirahat sejenak di pemondokan, mereka bersama-sama melaksanakan umroh qudum pada pukul 02.00, diteruskan salat Subuh berjamaah, baru kembali ke pemondokan.

Sekitar jam 11.00 WAS, Darwis bersama mertuanya kembali ke Masjidil Haram untuk Salat Jumat. Keduanya bertahan di sana hingga Erni dan keluarganya menyusul untuk Shalat Asar berjamaah di Masjidil Haram. Awalnya mereka salat Ashar di lantai 3 Masjidil Haram, lalu turun ke lantai 2 untuk shalat sunah. Mereka kembali turun ke tempat tawaf (mathaf) untuk salat sunah di Multazam.

Maksud hati, mereka berlima ingin sholat Magrib berjamaah di Masjidil Haram, hingga sekitar pukul 17.10 WAS, hujan mulai membasah. Darwis (alm) yang saat itu baru selesai salat sunnah langsung berlari untuk berdoa atas turunnya hujan sebagai berkah.

Perlahan, angin kencang menyertai rintik hujan yang semakin deras dan lebat. “Tiba-tiba saja di sekitar menjadi gelap seolah seperti pesawat terbang jatuh,” ungkap Erni.

Seiring dentuman suara keras, Erni yang saat itu berhadapan dengan suaminya dalam jarak yang tidak terlalu jauh melihat benda yang menghantam suaminya. Erni saat itu sadar dan masih melihat suaminya mengangkat kedua tangan untuk berdoa sebelum crane jatuh. Posisi dirinya dengan sang suami memang berhadapan. Erni sendiri tidak sadar ada benda yang menimpa dirinya sehingga melukai kepalanya dan mengeluarkan darah saat itu, begitu juga dengan kakinya yang tertimpa puing-puing kecil.

Dengan luka yang dialaminya, Erni yakin bila sang suami tertimpa crane dan menjadi korban. Ia tidak menghiraukan lukanya, di tengah kepanikan ia mencari sang suami, setiap korban yang akan dibawa melalui ambulans selalu dilihatnya. “Saya sadar saat itu dan langsung mencari suami saya. Saya yakin dia kena. Saya berlari-lari mengelilingi sekitar Masjidil Haram melihat setiap orang yang sedang membawa korban,” ungkapnya.

Selama tiga hari sejak kejadian, Erni tidak pernah putus asa mencari jenazah sang suami. Ia keluar masuk rumah sakit ditemani petugas untuk mencari sang suami. Bahkan ia pun mengelilingi setiap klinik yang ada di sekitar Masjidil Haram.

Meskipun butuh berhari-hari mencari sang suami, wanita asal Desa Salassae tersebut tidak pernah berputus asa. Ia yakin bila dirinya pasti menemukan pria yang selama ini mendampinginya. “Ada banyak orang meninggal di sana (tempat penyimpanan jenazah) tapi tidak ada identitas,” ucapnya.

Pada hari ketiga baru lah ia dihadapkan pada sesosok jenazah yang diyakini suaminya. Meskipun sebagian mukanya tidak lagi sempurna, tetapi Erni mengenali wajah sang suami, rambut, bentuk wajah, dan badannya. Memang tidak ada yang melekat identitas di tubuh Darwis seperti tas jemaah atau pun gelang identitas saat Erni melihat jenazahnya.

Erni tetap tegar meskipun kehilangan suaminya di Tanah Suci. Ia baru menjemput jenazah sang suami, Kamis (17/09) dini hari untuk disalatkan di Masjidil Haram. “Saya melihat saat suami dimandikan, kemudian saya ikut mengantarkan jenazah, dan sudah dimakamkan kemarin malam,” ungkapnya.

Sejak Darwis hilang, Erni sudah menghubungi keluarganya di kampung halaman untuk melaksanakan salat atas kepergian sang suami. Kini dirinya harus tetap mewujudkan cita-cita sang suami berasama tiga anaknya.

Bangun Masjid

Pemerintah Arab Saudi menjanjikan akan memberikan santunan sebesar 1 juta riyal untuk korban meninggal dunia dan luka yang mengakibatkan cacat seumur hidup atas jatuhnya crane di Masjidil Haram. Serta 500 ribu riyal untuk korban luka lainnya.

Erni bersama keluarganya yang pergi ke Tanah Suci menjadi korban jatuhnya crane. Tapi ia tidak mengetahui adanya santunan tersebut. Begitu juga adiknya Fatmawati yang hingga kini masih merasakan kepalanya sakit akibat terkena puing-puing pecahan bahan bangunan. “Kami ke sini hanya ingin ibadah dan tidak pernah buka internet, jadi kami tidak tahu ada santunan tersebut,” katanya.

Sementara Erni mengatakan, bila memang ada santunan untuk suaminya, dia akan mewujudkan keinginan suaminya membangun masjid di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba. “Saya akan usahakan mau mewujudkan cita-cita suami untuk membangun masjid di kampung. Kalau ada uang santunan itu, mau digunakan untuk membangun masjid di kampung,” kata Erni.

Ia pun ingin bila tahun depan dirinya bisa kembali ke tanah suci bersama dua anaknya. Selain itu, Erni pun akan memanfaatkan uang santunan dari raja saudi untuk membiayai anak-anaknya bersekolah.

Erni memang menjadi korban. Ia mengalami luka di kepala, tetapi saat ini kondisinya sudah pulih dan sudah bisa beribadah. Begitu juga dengan Fatmawati, keadaannya berangsur-angsur membaik meakipun masih ada dokter yang selalu mengecek kesehatannya. “Kepala saya masih sakit, tapi sudah lumayan baik,” katanya.

sumber : Kabarmakkah.com

Kesaksian Korban Tragedi Mina 2015

Tragedi Mina pada 24 September kemarin masih meninggalkan trauma hebat di hati para korbannya. Tak terkecuali Pak Ali Munif, seorang jama’ah haji Indonesia yang mengaku menjadi ketua rombongan 1 dari kloter 29 SOC.

Beliau mengisahkan kembali peristiwa itu di akun facebooknya dengan penuh penghayatan, sesuai keadaan hatinya, yang menurutnya masih trauma. Siapkan tisu, susun doa-doa, kirimkan al Faatihah kepada para syuhada’ haji, semoga kita termasuk golongan yang mendapat barokah dari para syuhada’ dan dapat mengambil hikmah dari kisah ini…aamiin. Selamat membaca!

————————————————————

Tragedi Mina 2015
“Hanya Karena Pertolongan Allah maka Kami Bisa Selamat”
Aku adalah ketua rombongan yang kehilangan anggotanya.
Aku adalah ketua rombongan yang sampai saat ini masih terbayang jelas peristiwa tragis di Mina itu.
Aku adalah ketua rombongan yang setiap malam terganggu tidurku karena bayangan- bayangan Mina masih saja berseliweran di depanku.
Aku adalah ketua rombongan yang masih merasa berduka hingga tulisan ini aku turunkan….
  1. Mentari Menampakkan sinarnya. Angin bertiup sepoi sepoi menyapu tenda-tenda yg berdiri berjajar di Mina. Dari Mina Jadid, lokasi baru bagi pertambahan daerah Mina, rombongan kami berangkat menuju Jamarat. waktu menunjukkan pukul 07:30 WAS. Tidak ada yang berbeda pagi itu semua nampak sama dengan hari sebelumnya.
  2. Rombongan bergerak pelan menyusuri King Malik Fahd Road. Jalanan telah ramai oleh jamaah dari berbagai negara yang menyemut menuju Jamarat. Jarak tenda dengan Jamarat + 4 km.
  3. Rombongan kami berjumlah 28 orang, termasuk diantaranya Bpk Ardani (korban meninggal yang usianya 75 tahun) naik kursi roda yang didorong oleh anak kandungnya bernama Taufik. Beberapa anggota yg sudah udzur dan lemah dari segi fisik tetap tinggal di tenda, untuk kemudian mewakilkan lemparan jamaratnya kepada rekannya. Pak Ardani pagi itu terlihat semangat sekali, meski berada di atas kursi roda kumandang talbiyah tidak pernah lepas dari mulutnya. malam hari sebelum keberangkatan sebenarnya pak Ardani sudah ditawarkan opsi untuk mewakilkan lemparan kepada putranya, Taufik. Tetapi beliau tetap bersikukuh untuk tetap ikut melempar.
  4. Ketika rombongan kami berjalan setapak demi setapak di jalur King Malik Fahd Road jalanan masih lancar dan nyaman. Ketika sampai di road 23 jalan sudah ditutup oleh petugas dan jamaah diarahkan belok kiri, lalu ke kanan hingga sampai di jalan 204.
  5. Jalanan telah padat oleh jamaah haji yg berjubel menuju Jamarat. Padat merayap kalau meminjam istilah bahasa kekinian. Sesampai di street 217 laju manusia yang menyemut mulai macet. Sehingga akhirnya benar-benar berhenti kurang lebih 5 menit. Sampai saat ini aku pun masih bertanya gerangan apa yg membuat manusia sedemikian banyak terhenti. Sengatan Matahari yang demikian panas membuat suasana semakin penuh sesak dan berkeringat. Keringat mulai bercucuran dari para jamaah haji hingga membasahi pakaian ihram.
  6. Di tengah-tengah kondisi yang demikian terdengar suara gaduh dari depan. Kebetulan satu blok ke depan rombongan haji rata-rata terdiri dari kulit hitam. “Mafi thoriq…mafi thoriq” — tidak ada jalan) Mereka mulai gelisah, panik dan dan tidak sabar. Secara spontan barisan orang yg berjarak 10 m dari hadapan kami berbalik arah. Mereka menerjang arus. Kami sudah meneriakkan kata kata ISBIR-ISBIR (bersabarlah-bersabarlah) gelombang mereka semakin dekat. Kami mengatakan: ” NO… NO… NO… stop…stop!! sambil memberi isyarat telapak tangan. Aku (Munif) selaku Karom (ketua rombongan) yang berjalan paling depan, kebetulan postur tubuhku juga tinggi, sehingga dapat melihat suatu yang berbahaya sedang menuju ke arah kami.
  7. Jama’ah haji Afrika ini punya ciri : a. Postur tubuh tinggi besar, b. Kurang sabar, c. Kurang peduli dengan jama’ah haji negara lain. melihat gelagat yang demikian aku segera berkata kepada rombonganku : “Balik kanan, karena jama’ah haji Afrika akan melibas kita”. Keadaan benar benar mencekam, karena suara jerit tangis orang orang sekitarku terdengar bersahutan. Anak kecil dalam gendongan ibunya di depanku menjerit tidak karuan. Rombonganku kesulitan untuk berbalik arah karena tekanan dari arah belakang juga cukup kuat. Dan terjadilah benturan itu….terjangan orang-orang kulit hitam bagaikan air bah.
  8. Aku dan rombonganku terhempas dan terjatuh. Usaha kami melindungi pak Ardani yang berada di atas kursi roda sia-sia. Kami kalah dari segi fisik, tenaga dan jumlah. Kami tak tahu lagi berapa badan yang menimpa kami, yang jelas aku merasakan jama’ah haji Afrika berjalan melangkah di atas tubuh kami tiada henti.
  9. Saat iringan rombongan, Mas Taufik mendorong almarhum ayahnya dengan kursi roda, sementara aku, Mas Danang, Pak Tugiarto, Pak Musthofa dan jama’ah lainnya melindungi disekitarnya. Begitu terjatuh, Mas Danang di posisi paling bawah terlentang, di atasnya adalah almarhum Pak Ardani dengan posisi masih dalam kursi roda, dan di atasnya lagi badan jama’ah yang lain.
  10. Dalam posisi kaki kanannya tertindih kursi roda dan badan jama’ah lainnya, Mas Danang terus melantunkan dzikir menyebut nama Allah Swt, dan berkata : “Yaa Allah, saya serahkan diri hamba kepada-Mu, lindungilah kami Yaa Allah, jika Engkau mau menyabut nyawa saya, insya Allah saya siap Yaa Allah..”. Lanjut mas Danang : “Subhanallah, di atas badan saya seperti ada tabir yang melindungi kami, kaki-kaki jama’ah haji Afrika itu hanya melangkah di atas kami, tidak menyentuh badan kami”.
  11. Begitu juga yang dialami Mas Afri bersama ibundanya bernama Walsriyati, dalam kondisi badannya yang tertimpa oleh badan jama’ah lain hanya bisa menyaksikan namun tak berdaya untuk menolong ibunya yang berada di dekatnya. Kata Bu Walsriyati : “Saya terduduk berada diantara tumpukan badan jama’ah haji, tapi subhanallah di atas badan saya seperti ada tabir yang melindungi, sehingga saya tak terinjak oleh kaki jama’ah Afrika”. Begitu kondisi normal segera Mas Afri menarik tangan ibunya untuk memberi pertolongan. Pak Suraja juga tidak kalah mengenaskan. Ia terjatuh terlentang dan tertindih orang orang kulit hitam. Allah masih menolong pak Suraja. Justeru karena tertindih beban orang di atasnya ia selamat tidak terinjak-injak meski tangan dan kakinya lecet dan memar-memar.
  12. Kembali ke Mas Danang tadi, begitu kondisi sudah tidak penuh sesak, dia akan ditolong dengan cara ditarik badannya. Kata Mas Danang: “Jangan tarik badan saya, karena kaki kanan saya masih tertindih besi kursi roda, badan almarhum Pak Ardani dan badan jama’ah lainnya. Tolong beban di atas saya diambil lebih dulu”. Ternyata di atas mata kaki kanan Mas Danang didapati luka yang menganga, seperti mata banteng, merah menyala.
  13. Pak Ardani berhasil dikeluarkan dari kursi roda. Kursi roda dalam kondisi rusak tidak karuan. Jam menunjukkan pukul 09:00 WAS. Situasi dan kondisi jalan masih penuh oleh manusia yang tumpah tindih. Dengan sisa kekuatan yg ada, Mas Taufik, Mas Danang dan dibantu 1 orang Afrika, mengangkat tubuh Pak Ardani (beliau masih sadar). mereka menggotong pak Ardani ke ruang Fire truck persis di pertigaan street 217. Manusia saat itu seperti anai-anai, jalanan penuh mayat berserakan. Matahari semakin panas memancarkan sinarnya. Nafas setiap orang saling memburu. Mereka mengalami dehidrasi hebat. Mas Danang mencari minum dengan memanfaatkan air kran toilet di ruang fire truck tersebut. Dengan bergantian Mas Taufik, Mas Danang, Pak Suraja bergantian mengipasi Pak Ardani. Suara ambulan mulai terdengar. Polisi dan askar mulai menyibak jalanan yang penuh oleh lautan manusia. Banyak mayat bergelimpangan, bertindihan, berserakan. ada yang tergelepar, tengkurap dan sebagian terlihat kembang kempis, nafasnya sangat pelan. Hanya matanya menatap penuh harap,sambil menunggu detik-detik ajal menjemput mereka.
  14. Kemudian rombongan kami melakukan konsolidasi di lokasi yang cukup aman setelah terpisah karena terjangan manusia yang demikian dahsyat. Dengan sisa personil yg ada, aku selaku Karom memegang kendali dan memutuskan kegiatan lempar jumroh aqobah tetep harus berjalan,dan diwakilkan 5 orang aku, Afri Nurjayanta, pak Bambang Wardoyo, pak Rochadi Heryanto, dr Mahad nur Mudaris selaku dr kloter. Sementara rombongan Ibu-ibu diamankan dititipkan di Maktab Algeria. Alhamdulillah 5 orang tersebut berhasil melaksanakan kegiatan lempar Jumroh Aqobah mewakilkan 34 orang Jamaah rombongan 1. Bersama 4 orang ini aku berusaha kembali ke lokasi ibu-ibu di street 217. Rupanya jalanan telah banyak ditutup oleh petugas. Tidak jarang kami harus bermain kucing-kucingan demi menyidat arah dan jarak. Jam menunjukkan pukul 11.45 WAS, ternyata hampir 3 jam almarhum Ardani belum mendapat pertolongan medis. Kondisi saat itu demikian mencekam. Kami berjalan melewati tumpukan mayat dan jasad jasad manusia yg berserakan di sepanjang jalan 204. air menggenang (semprotan dari pemadam kebakaran untuk memberikan kesejukan bagi mereka yang masih hidup dan mengalami dehidrasi hebat), jalanan penuh sesak oleh polisi dan ambulan. Polisi, askar dan petugas hilir mudik silih berganti. Raungan sirine ambulan menyalak seperti lolongan hantu kematian.
  15. Mas Danang dan mas Taufik secara bergantian meminta bantuan tenaga baik dari team medis, askar maupun tenaga medis lainnya. Semuanya kalut. kami minta bantuan tenaga askar dan team fire brigade tak ada yg mau membantu. Bantuan mulai berdatangan, kami berebutan minuman kemasan 330ml. Ketika dapat kami langsung berbagi dengan jamaah lain yg menjadi korban. Alhamduillah akhirnya mas Taufik mendapatkan tandu untuk pak Ardani. rupanya begitu pak Ardani mau ditempatkan ditandu ada seorang yang merintih memilukan, kami tidak tega. Tandu itupun kami berikan kepadanya. Kami mencari tandu yang lain. Disaat seperti itu tidak ada askar/team pemadam yg membantu kami. Mungkin semuanya panik.
  16. Kata almarhum Pak Ardani : “Dada saya sesak,tolong minta oksigen”. Mas Danang dan Mas Taufik bergantian mencari tabung gas oksigen, tetapi tidak memperopleh karena situasi yang carut marut.Akhirnya aku mencari bantun relawan Arab utk mengangkat tandu Pak Ardani menuju Ambulance yg silih berganti berhenti di tempat kejadian. Taufik mencoba mencari ambulan yang kosong sementara Pak Ardani masih ditandu. Ambulance masih saja penuh. Setelah 5 ambulance lewat, didapati satu ambulance yg membuka pintu. Itu pun setengah dipaksa dan digedor-gedor pintunya oleh Taufik. Pintu terbuka, aku dan relawan tadi mengangkat pak Ardani naik ke ambulance menuju rumah sakit. Namun yang boleh mendampingi masuk ke rumah sakit hanya Mas Taufik putra almarhum. Kami tinggal di lokasi. Begitu kami mau menghubungi mas Taufik, rupanya tas paspor , hp dan lainnya tertinggal jadi satu, pasca kejadian, di mas Danang. Jadilah mas Taufik sendirian, tanpa HP, tanpa tas paspor, tanpa uang. Allahu akbar……Selepas maghrib baru kami mendapati Taufik kembali ke tenda, dengan hanya mengenakan pakaian ihram. Mukanya tampak mendung. Suram. Aku menduga pasti terjadi sesuatu dengan pak Ardani. Aku memeluk Taufik dengan sangat erat. Sambil menanyakan kabar “Pak Munif…..bapak sudah tiada!”. Pecahlah tangis kami.
Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji’un.
Selamat jalan pak Ardani. Semoga engkau syahid di sisi-Nya. Kami akan mengenangmu selamanya.
Maafkan saya jika dalam mengawal bapak kurang maksimal.
Maafkan saya bapak.
Maafkan saya.
M. Ali Munif, S.Ag
Karom romb. I kloter 29 SOC.

Sumber : suara-nu.com

Pengertian Dam

Dam artinya darah. dalam ibadah haji/umroh dam berarti sangsi atau dendaan karena adanya pelangggaran. Bentuk dam bermacam macam tergantung jenis pelanggarannya.

Menurut sifatnya dam terbagi dua:
  1. Dam tartib (berurutan), ialah sifat dam yang memiliki beberapa poin dan pemenuhannya hanya satu dan HARUS berurutan dari yang pertama.
  2. Dam takhyir (pilihan), ialah sifat dam yang memiliki beberapa poin dan pemenuhannya BOLEH memilih salah satunya.

Jenis Pekerjaan / Pelanggaran

A


1. mengerjakan haji tamattu’

2. mengerjakan haji qiron

3. tidak thowaf wada’ (menurut qoul yang menghukumi wajib)

4. tidak mabit di muzdalifah

5. tidak mabit di mina

6. ihromnya tidak dari miqot

7. tidak melontar jumroh

Termasuk jenis dam Tartib (berurutan)

Cara Membayar Dam

• Menyembelih seekor domba / kambing

• Puasa selama 10 hari, 3 hari dilakukan ketika berihrom dan 7 hari setelah pulang ke kampung halaman


B


• jima’ mufsid (ialah jima’ yang dilakukan sebelum tahallul awwal)

jenis dam Tartib

cara membayar dam

• Menyembelih seekor unta

• Seekor sapi

• 7 ekor domba

• Puasa lamanya seharga anak unta dibagi satu mud kali 1 hari


C


Nikah atau menikahkan

Tidak ada dam, hanya status pernikahannya tidak sah


D


1. memotong rambut

2. memotong kuku

3. melanggar cara berpakaian*

4. memakai wewangian

5. memakai minyak rambut

6. bercumbu

7. jima’ antara dua tahallul

8. jima’ setelah jima’ mufsid

* khusus bagi laki-laki, yaitu tidak boleh mengenakan pakaian yang dijahit atau melingkar.

termasuk jenis dam Takhyir (memilih)

cara membayar dam:

Boleh memilih :

• menyembelih seekor domba

• shodaqoh makanan sebanyak 3 kali ukuran zakat fithrah ( 10 liter) dibagikan kepada 6 orang faqir miskin


E


membunuh binatang darat yang halal dimakan dan liar

termasuk jenis dam Takhyir

cara membayar dam

Boleh memilih :

• Menyembelih binatang yang sebangsa dengan yang dibunuh

• Shodaqoh seharga hewan tersebut

• Puasa yang lamanya seharga hewan yang dibunuh dibagi satu mud kali satu hari


F


mencabut / merusak pepohonan

cara membayar dam:

shodaqoh makanan seharga pepohonan yang dirusak


Untuk konsultasi Umroh silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

PROMO HAJI PLUS KEBERANGKATAN TAHUN 2015

Jazira Wisata memberikan promo paket ibadah haji plus untuk keberangkatan di tahun 2015 ini hanya dengan biaya sebesar $15000. Ayo dapatkan promo terbatas ini hanya dengan DP $5000

PROMO HAJI PLUS KEBERANGKATAN 2015
 

PROGRAM HAJI PLUS 2015

  • 04 Dzulhijjah Jakarta – Jeddah – Aziziah
  • 05 Dzulhijjah Aziziah (Apartemen)
  • 06 Dzulhijjah Aziziah
  • 07 Dzulhijjah Aziziah – MINA
  • 08 Dzulhijjah MINA – ARAFAH
  • 09 Dzulhijjah Arafah – Wukuf – Muzdalifah
  • 10 Dzulhijjah Mina/Jum. Aqabah
  • 11 Dzulhijjah Mina/Ula. Wustha – Aqabah
  • 12 Dzulhijjah Mina/Ula. Wustha – Aqabah
  • 13 Dzulhijjah Aziziah
  • 14 Dzulhijjah Aziziah – Makkah
  • 15 Dzulhijjah Makkah
  • 16 Dzulhijjah Makkah
  • 17 Dzulhijjah Makkah
  • 18 Dzulhijjah Makkah – Medinah
  • 19 Dzulhijjah Medinah
  • 20 Dzulhijjah Medinah
  • 21 Dzulhijjah Medinah
  • 22 Dzulhijjah Medinah
  • 23 Dzulhijjah Medinah
  • 24 Dzulhijjah Medinah
  • 25 Dzulhijjah Medinah
  • 26 Dzulhijjah Medinah
  • 27 Dzulhijjah Medinah – Jeddah
  • 28 Dzulhijjah Jeddah – Jakarta
  • 29 Dzulhijjah Jakarta

INFO LENGKAP PROGRAM HAJI PLUS 2015

Anda dapat menghubungi kami langsung untuk mendapatkan info lengkap mengenai Program Haji Plus 2015 ini ke :

Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

PT. CHERIA - Biro Perjalanan Umroh, Haji & Tour Muslim Halal Syariah
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Tips Daftar Haji Aman

Sampai hari ini masih kita dengar di media cetak dan televisi banyak jamaah haji yang gagal berangkat dan berita sedih ini berulang setiap tahunnya. Rasa malu tak terkira bagi sebagian calon jamaah haji kembali ke rumah masing-masing, tentunya ada dari para anggota keluarga yang mengungkapkan rasa kecewanya kepada travel yang menjanjikan keberangkatan.


Beberapa Tips Daftar Haji Aman


Berikut tips agar kita tak tertipu saat pendaftaran haji plus :


1. Pastikan mendaftar pada travel yang mempunyai izin penyelenggaraan haji dari Depag

2. Sebisa mungkin cek fisik kantor travel.

3. Pastikan setelah menyetor uang ( setoran awal BPIH ) mendapatkan nomor urut porsi dalam sd 14 hari kerja.

4. Nomor urut porsi adalah sebagai pijakan Depag dalam menentukan tahun keberangkatan.

5. Calon jamaah mesti sabar dalam menunggu antrian keberangkatan yang diumumkan pemerintah.

6. Calon jamaah bisa cek tahun kepastian berangkat disitus http://haji.kemenag.go.id/

Semoga bermanfaat artikel tips mendaftar haji ini ya. Untuk mendapatkan informasi terlengkap mengenai daftar dan Untuk konsultasi Haji plus silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Haji Reguler, Haji Plus dan Haji Non Kuota

Ingin berhaji?, tentulah setiap kita ingin bisa menunaikan kewajiban yang satu ini, ada beberapa pilihan yang bisa kita ambil, diantaranya haji reguler yang masa tunggunya 5-10 tahun namun harganya ekonomis, atau ingin cepat bisa memilih haji plus yang cukup menunggu 1-2 tahun saja, atau pilih haji non kuota?, yang satu ini bisa langsung berangkat loh..


Haji Reguler


Haji reguler terdaftar dan diselenggarakan Kementerian Agama dan haji khusus terdaftar dan diselenggarakan swasta yang terdaftar di Kementerian Agama. Sedangkan haji non kuota jamaah dan penyelenggaranya tidak terdaftar di Kementerian Agama.


Haji Plus


Haji plus terjamin karena penyelenggaranya terdaftar dan diawasi Kementerian Agama.


Haji Non Kuota


Sedangkan jamaah haji non kuota, rentan terlantar karena bukan tanggung jawab Kementerian Agama.
Sekarang tinggal pilih mana?
Untuk konsultasi Haji ONH Plus silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Gedung Twink Lt. 3
Jl. Kapten P. Tendean No. 82 Mampang Prapatan
Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12790

Masjid Jin Makkah

Masjid Jin adalah sebuah masjid yang terletak di Kampung Ma’la, tidak jauh dari pekuburan Kota Makkah.

Penamaan masjid tersebut dengan Masjid Jin terkait erat dengan suatu peristiwa yang sangat langka dan penting yang berkaitan dengan bangsa jin dan dakwah Islam.

Peristiwa yang dimaksud adalah masuk Islamnya serombongan jin di masjid tersebut setelah mendengar dan menghayati lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibacakan oleh Nabi Muhammad SAW.

Pada kesempatan itu, para jin berbaiat (berjanji setia) untuk beriman kepada Allah SWT, mengikuti ajaran Islam, dan menyebarkan agama Allah di kalangan mereka. Oleh sebab itu, masjid ini dikenal juga dengan nama Masjid Al-Bai’ah, yakni masjid tempat serombongan jin melakukan baiat.

Peristiwa besar ini diungkapkan oleh Allah SWT dalam Alquran surat Al-Ahqaf ayat 29-32: “Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Alquran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan (nya) lalu mereka berkata, “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)!”

“Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata, “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Alquran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus.”

“Hai kaum kami terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Dalam suatu riwayat yang dimuat Imam Bukhari dan Imam Tirmidzi yang berasal dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa peristiwa pertemuan antara Rasulullah SAW dan serombongan jin itu terjadi ketika Rasulullah SAW dan serombongan sahabat sedang dalam perjalanan menuju Pasar Ukkaz.

Ketika sampai di daerah Tihamah, Rasulullah SAW dan rombongannya berhenti untuk melaksanakan Shalat Fajar. Rupanya, shalat Fajar yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat tersebut mengakibatkan terhalangnya berita-berita langit yang biasa dicuri dengar oleh para syetan (jin yang kafir). Bahkan, syetan-syetan (jin-jin kafir) yang sedang mencoba mencuri berita tersebut mendapat lemparan bintang- bintang sehingga terpaksa pulang ke tempat kaumnya.

Sangat menarik bukan?? Yuk, Segera ikutan Paket Umroh Plus Dubai 2015 bersama Jazira Wisata. Pastinya anda tidak sabar untuk menunaikan Umroh?? Segera hubungi konsultan Jazira Wisata. Semoga menjadi Umroh yang Mabrur dan di terima di sisi Allah SWT. Aamiin..

Masjid Qiblatain Madinah

Masjid Qiblatain (artinya: masjid dua kiblat) adalah salah satu masjid terkenal di Madinah. Masjid ini mula-mula dikenal dengan nama Masjid Bani Salamah, karena masjid ini dibangun di atas bekas rumah Bani Salamah. Letaknya di tepi jalan menuju kampus Universitas Madinah di dekat Istana Raja ke jurusan Wadi Aqiq atau di atas sebuah bukit kecil di utara Harrah Wabrah, Madinah.

Pada permulaan Islam, orang melakukan salat dengan kiblat ke arah Baitul Maqdis (nama lain Masjidil Aqsha) di Yerusalem/Palestina. Baru belakangan turun wahyu kepada Rasulullah SAW untuk memindahkan kiblat ke arah Masjidil Haram di Mekkah.

Peristiwa itu terjadi pada tahun ke-2 Hijriyah hari Senin bulan Rajab waktu dhuhur di Masjid Bani Salamah ini. Ketika itu Rasulullah SAW tengah salat dengan menghadap ke arah Masjidil Aqsha. Di tengah salat, tiba-tiba turunlah wahyu surat Al Baqarah ayat 144, yang artinya:

    “Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”

Setelah turunnya ayat tersebut di atas, beliau menghentikan sementara salatnya, kemudian meneruskannya dengan memindahkan arah kiblat menghadap ke Masjidil Haram. Merujuk pada peristiwa tersebut, lalu masjid ini dinamakan Masjid Qiblatain, yang artinya masjid berkiblat dua.

Masjid Qiblatain telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pada 1987 Pemerintah Kerajaan Arab Saudi di bawah Raja Fahd melakukan perluasan, renovasi dan pembangunan konstruksi baru, namun tidak menghilangkan ciri khas masjid tersebut. Sebelumnya Sultan Sulaiman telah memugarnya pada tahun 893 H atau 1543 M. Masjid Qiblatain merupakan salah satu tempat ziarah yang biasa dikunjungi jamaah haji dan umrah dari seluruh dunia.

Sangat menarik bukan?? Yuk, Segera ikutan Paket Umroh Murah Reguler Promo bersama Jazira Wisata. Pastinya anda tidak sabar untuk menunaikan Umroh?? Segera hubungi konsultan Jazira Wisata. Semoga menjadi Umroh yang Mabrur dan di terima di sisi Allah SWT. Aamiin..

Masjid Quba Madinah

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw. pada tahun 1 Hijriyah atau 622 Masehi di Quba, sekitar 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa masjid Quba adalah mesjid yang dibangun atas dasar takwa (Surat At Taubah:108).

Allah s.w.t memuji masjid ini dan orang yang mendirikan sembahyang di dalamnya dari kalangan penduduk Quba' dengan Firman-Nya:

Sesungguhnya masjid itu yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut bagimu (Hai Muhammad) bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya terdapat orang-orang yang ingin membersihkan diri.......(At Taubah, 108).

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah orang pertama yang membangun menara masjid ini. Sakarang renovasi masjid ini ditangani oleh keluarga Saud. Mengutip buku berjudul Sejarah Madinah Munawarah yang ditulis Dr Muhamad Ilyas Abdul Ghani, masjid Quba ini telah direnovasi dan diperluas pada masa Raja Fahd ibn Abdul Aziz pada 1986. Renovasi dan peluasan ini menelan biaya sebesar 90 juta riyal yang membuat masjid ini memiliki daya tampung hingga 20 ribu jamaah.

Meskipun sangat sederhana, masjid Quba boleh dianggap sebagai contoh bentuk dari pada masjid-masjid yang didirikan orang di kemudian hari. Bangunan yang sangat bersahaja itu sudah memenuhi syarat-syarat yang perlu untuk pendirian masjid. Ia sudah mempunyai suatu ruang yang persegi empat dan berdinding di sekelilingnya.

Di sebelah utara dibuat serambi untuk tempat sembahyang yang bertiang pohon korma, beratap datar dari pelepah dan daun korma, bercampurkan tanah liat. Di tengah-tengah ruang terbuka dalam masjid yang kemudian biasa disebut sahn, terdapat sebuah sumur tempat wudhu, mengambil air sembahyang. Kebersihan terjaga, cahaya matahari dan udara dapat masuk dengan leluasa.

Masjid ini memiliki 19 pintu. Dari 19 pintu itu terdapat tiga pintu utama dan 16 pintu. Tiga pintu utama berdaun pintu besar dan ini menjadi tempat masuk para jamaah ke dalam masjid. Dua pintu diperuntukkan untuk masuk para jamaah laki-laki sedangkan satu pintu lainnya sebagai pintu masuk jamaah perempuan. Diseberang ruang utama mesjid, terdapat ruangan yang dijadikan tempat belajar mengajar.

Untuk konsultasi  Umroh Murah silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54 

Madinah Al Munawwarah


Madinah atau Madinah Al Munawwarah : مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Di sana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dewasa ini, penduduknya sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia.

Pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah bernama Yatsrib, dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.

Kini Madinah bersama kota suci Mekkah berada di bawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi.Secara geografis, kota ini datar yang dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun. Suhu tertinggi berkisar antara 30 °C sampai 45 °C pada waktu musim panas, dan suhu rata-rata berkisar antara 10 °C sampai 25 °C.

Untuk konsultasi  Umroh Murah silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54 

Makkah al-Mukarramah

Mekkah atau Makkah al-Mukarramah (bahasa Arab: مكة المكرمة) atau disingkat dengan Makkah merupakan sebuah kota utama di Arab Saudi.

Kota ini menjadi tujuan utama kaum muslimin dalam menunaikan ibadah haji, Di kota ini terdapat sebuah bangunan utama yang bernama Masjidil Haram dengan Ka'bah di dalamnya. Bangunan Ka'bah ini dijadikan patokan arah kiblat untuk ibadah salat umat Islam di seluruh dunia. Kota ini merupakan kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah, kurang lebih 200 km sebelah timur laut kota Jeddah. Kota ini merupakan lembah sempit yang dikelilingi gunung gunung dengan bangunan Ka'bah sebagai pusatnya 21°25′24″LU 39°49′24″BT. Dengan demikian, pada masa dahulu kota ini rawan banjir bila di musim hujan sebelum akhirnya pemerintah Arab Saudi memperbaiki kota ini dan merenovasi kota ini. Seperti pada umumnya kota kota di wilayah Arab Saudi, kota ini beriklim gurun.

Perkembangan kota Mekkah tidak terlepas dari keberadaan Nabi Ismail dan Hajar sebagai penduduk pertama kota ini yang ditempatkan oleh Nabi Ibrahim atas perintah Allah.[4] Pada perkembangannya muncul orang orang Jurhum yang akhirnya tinggal di sana. Pada masa berikutnya kota ini dipimpin oleh Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka'bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada masa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah Quraisy adalah Qussai yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib.



Pada tahun 571, Nabi Muhammad keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai, lahir di kota ini dan tumbuh dewasa. Pertama kali menerima wahyu dari Allah namun ajarannya ditolak kaumnya yang saat itu masih berada dalam kegelapan pemikiran (Jahilliyah) sehingga berpindah ke Madinah. Setelah Madinah berkembang, akhirnya nabi Muhammad kembali ke Mekkah dalam misi membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah yang dikenal dengan (Fathul Makkah).

Pada masa selanjutnya Mekkah berada di bawah administrasi Khulafaur Rasyidin yang berpusat di Madinah, serta para Khalifah yang saat itu berkuasa di Damaskus (Dinasti Ummayyah), Bagdad (Dinasti Abbasiyah) dan Turki (Usmaniyah). Kemudian setelah hancurnya sistem kekhalifahan, kota ini disatukan di bawah pemerintahan Arab Saudi oleh Abdul Aziz bin Saud yang kemudian menjadi pelayan bagi kedua kota suci Islam, Mekkah dan Madinah.

Untuk konsultasi umroh murah silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

7 Manfaat air Zamzam

Dari Ibnu Abbas RA, bahwasannya Nabi Muhammad SAW, bersabda tentang air zam-zam yang artinya sebagai berikut : "Sebaik-baiknya air dipermukaan bumi ialah air zam-zam, padanya terdapat makanan yang menyegarkan dan padanya terdapat penawar bagi penyakit." (HR: Muslim).

Kehadiran air zam zam tidak terlepas dari keajaiban yang dipertontonkan oleh Allah SWT, sebagai mukjizat kepada umat manusia melalui Nabi Ismail dan Ibunya Siti Hajjar, dan banyak sekali keistimewaannya, bahwa Allah memang bermaksud menyediakan sumber air ditengah-tengah gunung batu dan padang pasir yang gersang, hal ini sebagai konsekwensi atas perintahnya kepada Nabi Ibrahim AS, guna mengundang sebanyak-banyaknya umat manusia ke Baitullah.

Kesitimewaan :

1. Meminum Air zam zam menjadi satu amalan ibadah, dengan niat mengikuti anjuran Rasulullah.

2. Diriwayatkan oleh Abdullah ibnu Abbas, Aku pernah menyiapkan air zam zam untuk Rasulullah.
kemudian beliau meminumnya sambil berdiri.

3. Makruh hukumnya apabila dipergunakan untuk mencucu najis, atau dipakai untuk membersihkan hadast besar.

4. Disunahkan membawa air zamzam pulang ke negerinya bagi jamaah (penunai rukun Islam ke lima)
yang memang berasal dari luar Negara Arab. Dan Rasullulullah adalah orang pertama yang membawanya keluar kota Mekkah, yaitu ke Madinah.

5. Mata Airnya tidak pernah kering, meskipun berjuta-juta umat manusia meminumnya setiap hari
terutama pada musim ibadah haji. Bahkan sekarang dengan peralatan canggih, orang yang di Masjid Nabawi (Madinah) yg berjarak 450 Km dari Mekah meminum air zam zam setiap saat.

6. Pada waktu Rasululullah akan melakukan Sa'I, beliau meminum air zam zam sampai kenyang,
kemudian menyiram kepalaNya dengan air zam zam.

7. Banyak orang mengguyur dan membasahi kain (baju) ihram, kemudian direntang tanpa diperas agar
kering sendiri, dan akan dipakai sebagai 'Kafan' ( pembungkus mayat) kalau meninggal nanti.

sumber : merdeka.com

Untuk konsultasi Paket silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

Wukuf di Padang Arafah

Wukuf di Padang Arafah yang menandai puncak ibadah haji berlangsung Jumat besok, 3 Oktober 2014. Saat itu jutaan umat muslim dunia yang telah berihram berkumpul, bermunajat kepada Allah SWT, menyempurnakan haji mereka. Melaksanakan wukuf tentu ada adabnya. Dalam buku Keajaiban Haji dan Umrah, ada beberapa hal yang dianjurkan saat menuju Arafah.

Pertama, jemaah tertib, tenang dan membaca talbiah.

Kedua, jika dimungkinkan, disunahkan singgah di Namirah, yang ditandai dengan adanya Masjid Namirah sampai matahari turun. Namun tidak masalah jika tidak memungkinkan singgah di Namirah.

Ketiga, ketika matahari sudah turun, hendaklah melaksanakan salat dengan mengumpulkan (jama takdim) Dzuhur dengan Ashar di waktu dzuhur, dan meringkasnya masing-masing menjadi dua rakaat. Tujuannya, agar jemaah memiliki banyak waktu untuk wukuf dan berdoa di Arafah.

Keempat
, usai salat, dianjurkan berzikir, berdoa dan memohon kepada Allah SWT. Berdoa sesuai dengan keinginan dengan mengangkat tangan dan menghadap kiblat.

Kelima, seluruh Arafah merupakan tempat wukuf. Apabila orang yang berhaji merasa jenuh atau lelah dan ingin bercengkrama atau berbicara yang bermanfaat dengan sahabatnya, atau membaca buku yang bermanfaat, atau bahkan ingin mengisi waktu dengan hal bermanfaat lainnya tidak dipermasalahkan. Namun setelah itu kembali berdoa dan berzikir.

Keenam, saat matahari terbenam, jemaah haji harus segera bergegas menuju muzdalifah. Jika berangkat sebelum matahari terbenam dan berada di luar Arafah, wajib kembali lagi ke Arafah dan tinggal di sana sampai matahari terbenam. Jika tidak kembali dianggap berdosa dan harus membayar denda.

Ketujuh,
setelah wukuf di Arafah, jemaah haji menempuh perjalanan menuju Mina dan diharuskann singgah dahulu di Muzdalifah walau hanya sebentar untuk melaksanakan salat Maghrib dan Isya dengan mengumpulkan (jamak).

Kedelapan, ketika bertolak dari Muzdalifah menuju Mina, mereka mengumpulkan tujuh batu kerikil  untuk melontar jumrah Aqabah. Batu kerikil boleh diambil di Muzdalifah atau di jalan menuju Mina.

Kesembilan,
melempar jumrah aqabah dengan mengangkat tangan setiap kali melempar dan membaca Allahu Akbar.

Kesepuluh, menyembelih hewan dan disunahkan memakan hewan yang disembelihnya.

Kesebelas,
mencukur rambut.

Keduabelas,
thawaf dan sai di Masjidil Haram.


Untuk konsultasi  Haji plus silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

Bacaan Doa Niat Puasa Arafah

Bacaan Doa Niat Puasa Arafah 2014 / 9 Dzulhijjah 1435 H dan Keutamaan nya. Sebentar lagi, umat Islam seluruh dunia akan menyambut hari yang sangat besar dalam bulan Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah merupakan bulan istimewa bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji.

Di dalam bulan Dzulhijjah tersebut ada hari Arafah. Hari Arafah adalah hari pada saat umat Islam yang sedang berhaji melaksanakan wukuf di Arafah. Hari ini memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam, baik bagi jama’ah Haji maupun umat Islam lainnya. Keutamaan tersebut dapat diperoleh maksimal jika diusahakan dengan cara dan niat yang benar. Keutamaan hari Arafah, kegiatan ibadah di hari tersebut dan cara mendapat keutamaannya adalah beberapa keindahan dari berbagai keindahan ajaran dalam agama Islam.



Di hari Arafah ini, umat Islam dari berbagai pelosok dunia untuk melaksanakan inti ibadah haji yakni ibadah wukuf. Wukuf di Arafah merupakan rukun inti dari ibadah haji. bagi kita yang berada di tanah air dan belum berkesempatan untuk melakukan ibadah haji, kita juga dapat melakukan ibadah lain yang nilai pahalanya tak kalah jauh dengan wukuf di Arafah yakni dengan melaksanakan Puasa Arafah. Puasa Arafah adalah puasa yang hanya dilaksanakan pada hari Arafah yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah yaitu hari pada saat jama’ah haji melakukan wukuf di padang Arafah. Adapun hukumnya sendiri adalah Sunnah Muakad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. 

Meskipun sunnah, namun Puasa Arafah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi umat Islam di seluruh bumi, kecuali memang ada halangan yang tak memungkinkan untuk melakukan ibadah shaum ini. Adapun waktu pelaksanaannya adalah sama dengan Wukuf di Arafah (bagi yang sedang beribadah Haji) yakni tanggal 9 Dzulhijjah.

Berikut adalah Niat Puasa Arafah
NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA’ALAH
Artinya: Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.
Puasa Arafah ini memiliki keutamaan yang luar biasa besarnya. Berikut adalah keutamaan dari puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah ini.

Pertama, dapat menghapuskan dosa selama dua tahun yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun ke depan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya.” (HR. Muslim)

Kedua, pembebasan dari api neraka. Sebagian ulama menjelaskan bahwa pembebasan dari neraka pada hari Arafah diberikan Allah bukan hanya kepada jamaah haji yang sedang wukuf, melainkan juga untuk kaum muslimin yang tidak sedang menjalankan haji. Terlimpahkannya ampunan Allah terhadap dosa selama dua tahun melalui puasa Arafah sangat terkait dengan keutamaan kedua ini.
“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?”(HR. Muslim)

Ketiga, dikabulkan doa ketika puasa Arafah. Secara umum doa orang yang berpuasa akan dikabulkan oleh Allah. Ditambah lagi dengan keutamaan waktu hari Arafah yang merupakan sebaik-baik doa pada waktu itu, maka semakin kuatlah keutamaan terkabulnya doa orang yang berpuasa Arafah pada hari itu.
“Sebaik-baik do’a adalah do’a pada hari Arafah. Dan sebaik-baik yang kuucapkan, begitu pula diucapkan oleh para Nabi sebelumku adalah ucapan “Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir (Tidak ada Ilah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. MilikNyalah segala kerajaan dan segala pujian, Allah Maha Menguasai segala sesuatu).” (HR. Tirmidzi, hasan)

Sumber : iberita.com

Untuk konsultasi Paket Paket Umroh Plus Mesir silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

Gerimis Sejukkan Arafah Sehari Sebelum Wukuf

Jutaan jamaah haji dari berbagai negara telah sampai di Padang Arafah sehari menjelang Wukuf. Tetes gerimis menyejukkan padang Arafah, menyambut kedatangan tamu-tamu Allah jelang puncak haji. Rombongan Media Center Haji dan Amirul Hajj ditempatkan di Maktab 07 bersama rombongan Amirul Hajj dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) lainnya.

Sementara itu ribuan jamaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Jamaah haji Indonesia berjumlah total 168.800. Jamaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah dalam 3 gelombang. Pada saat kami tiba, jamaah haji Indonesia sebagian sudah duduk-duduk di kursi yang disediakan di sekitar maktab. Kondisi cuaca memang tak terlalu panas saat ini. Suhu diperkirakan sekitar 34 derajat celcius.

Jamaah haji Indonesia menempati 52 maktab dengan luas total maktab mencapai 100 hektar. Dalam tiap maktab ada 3.000 jamaah haji. Di tengah obrolan santai para jamaah, gerimis rintik turun menyejukkan suasana Arafah. Semoga gerimis yang menyejukkan arafah juga menyejukkan hati para jamaah dalam perjalanan menjadi haji mabrur.

Sementara itu, sebanyak 8.300 jamaah haji Indonesia tahun ini ikut melaksanakan tarwiyah. Hari Tarwiyah yang jatuh pada 8 dzulhidjah dimaknai sebagai hari untuk berpikir dan merenung sembari napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim dan sang putra, Nabi Ismail. Jamaah haji yang melakukan tarwiyah ‎akan bermalam di Mina sebelum bergeser untuk wukuf di Arafah.

Jamaah haji yang melakukan tarwiyah (bermalam di Mina sebelum ke Arafah) akan dihalau petugas keamanan Arab Saudi jika berjalan kaki menuju Arafah untuk berwukuf, kecuali menggunakan kendaraan, kata Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah, Endang Jumali.

"Karena jalur dari Mina ke Arafah sangat berbahaya sering terjadi kecelakaan," kata Endang di Makkah, Rabu. Kegiatan tarwiyah adalah sunah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kementerian Agama tidak melarang kegiatan tersebut namun tidak memfasilitasinya, seperti transportasi penginapan, dan makanan, sehingga jamaah harus mengusahakan sendiri.

Endang mengatakan hingga Rabu siang, sekitar 8.300 jamaah haji reguler Indonesia terdaftar akan melakukan tarwiyah. Ia memperkirakan jumlah jamaah tarwiyah tahun ini akan berkurang dari tahun sebelumnya yang sekitar 20.000 orang (sebelumnya disebutkan 10.000 orang). Maksimal, katanya, hanya sekitar 10.000 orang saja yang akan melakukan tarwiyah. Hal itu, katanya, antara lain maktab (swasta Arab Saudi yang mengurusi jamaah haji) kesulitan juga menyediakan fasilitas bagi jamaah tarwiyah.

Sebelumnya Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag Zubaidi, mengatakan jumlah jamaah haji sangat besar sehingga terjadi pergerakan jamaah yang luar biasa yang menyebabkan jalan-jalan menjadi padat. Hal ini akan menyulitakan untuk melaksanakan tarwiyah apalagi waktunya terbatas. Menurut Zubaidi, tarwiyah juga tidak diwajibkan.

Dalam penyelenggaran haji yang dilakukan pemerintah, jamaah bergerak dari Makkah langsung ke Arafah pada 8 Zulhijah atau 2 Oktober. Dalam pelaksanaan haji yang dikelola pemerintah, jamaah haji difasilitasi saat dari Makkah ke Arafah dan juga selama di menginap Muzdalifah dan melempar jumrah Mina. Sementara jamaah tarwiyah mulai 8 Zulhijah menginap di Mina, dan bergerak ke Arafah pada 9 Zulhijah (3 Oktober) pagi untuk mengikuti wukuf siang harinya.

Jumlah jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji antara 2-3 juta orang, sementara dari Indonesia sekitar 168.000 yang terdiri dari 155.200 haji reguler dan 13.600 haji khusus.

Untuk konsultasi Umroh plus cairo mesir silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE 
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54

Dua fase antisipasi virus MERS bagi jemaah Umroh dan haji

Ada dua fase yang harus dipersiapkan calon jemaah haji dan umroh untuk menghadapi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) atau flu unta. Jemaah harus menjalankan suntik meningitis.

"Pertama, fase sebelum berangkat para jamaah harus melakukan suntik meningitis dan suntik flu sesuai aturan pemerintah," kata Koordinator Bidang Humas Forum Komunikasi (FK) Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Kota Tangerang Arif  Rahman.

Kemudian, kata dia, jemaah melakukan konsultasi kesehatan kepada dokter bagi mereka yang mengidap penyakit tertentu. Mempersiapkan fisik yang prima untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Fase kedua, kata dia, saat berada di Tanah Suci. Calon jemaah hendaknya menjalankan perilaku hidup sehat makan dan istirahat yang cukup. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker ketika berada di Tanah Suci.

"Saat ini di Kota Makkah sedang dilakukan pembangunan besar-besaran, sehinga debu bertebaran dimana-mana. Tentunya rentan penyakit pernafasan bila tidak mengantisipasinya," kata dia.

Maka itu, Arif yang juga pengasuh KBIH Wahana At-Taqwa ini mengimbau, agar jemaah menggunakan masker saat berada di Makkah. "Memakai masker juga penting, ada aturan yang mengatur pemakaian masker yang harus dipahami jamaah di sana," kata dia.

Selain itu, kata dia, istirahat juga penting untuk mengantisipasi virus MERS tersebut. Agar badan tetap sehat.

"Begitu juga dengan istirahat, ibadah menjadi penting untuk dimaksimalkan, namun harus diimbangi dengan istirahat agar kondisi badan tetap prima," pungkasnya.

Sangat menarik bukan?? Yuk, Segera ikutan Paket Umroh Plus Dubai bersama Jazira Wisata. Pastinya anda tidak sabar untuk menunaikan Umroh?? Segera hubungi konsultan Jazira Wisata. Semoga menjadi Umroh yang Mabrur dan di terima di sisi Allah SWT. Aamiin..

Untuk informasi jadwal serta harga untuk Paket Umroh Murah bersama Jazira Wisata.
Silahkan Hubungi Kami :

Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Email : nurelino@gmail.com

Jazira Wisata
Gd Twink Lantai.3
Jl.Kapten Tendean No.82
Mampang Jakarta Selatan

Pengertian Haji


Haji (Bahasa Arab: حج‎; transliterasi: Hajj) adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelah syahadat, salat, zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakan kaum muslim sedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat di Arab Saudi pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulan Zulhijah). Hal ini berbeda dengan ibadah umrah yang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.
Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Zulhijah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10 Zulhijah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut hari raya Idul Adha sebagai Hari Raya Haji karena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.

Definisi

Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi. Menurut etimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, dan menyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yang dimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah dan Mas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud dengan waktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

Latar belakang ibadah haji

Orang-orang Arab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang mereka warisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini. Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i, wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuai lagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaiki segi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnah rasul. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutama nabi Ibrahim (nabinya agama Tauhid). Ritual thawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritual sa'i, yakni berlari antara bukit Shafa dan Marwah (daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satu kesatuan Masjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istri kedua nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknya nabi Ismail. Sementara wukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunya nabi Adam dan Siti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.

Jenis ibadah haji

Setiap jamaah bebas untuk memilih jenis ibadah haji yang ingin dilaksanakannya. Rasulullah SAW memberi kebebasan dalam hal itu, sebagaimana terlihat dalam hadis berikut.
    Aisyah RA berkata: Kami berangkat beribadah bersama Rasulullah SAW dalam tahun hajjatul wada. Di antara kami ada yang berihram, untuk haji dan umrah dan ada pula yang berihram untuk haji. Orang yang berihram untuk umrah ber-tahallul ketika telah berada di Baitullah. Sedang orang yang berihram untuk haji jika ia mengumpulkan haji dan umrah. Maka ia tidak melakukan tahallul sampai dengan selesai dari nahar.

Berikut adalah jenis dan pengertian haji yang dimaksud.

  • Haji ifrad, berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad bila sesorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan haji maupun menyendirikan umrah. Dalam hal ini, yang didahulukan adalah ibadah haji. Artinya, ketika mengenakan pakaian ihram di miqat-nya, orang tersebut berniat melaksanakan ibadah haji dahulu. Apabila ibadah haji sudah selesai, maka orang tersebut mengenakan ihram kembali untuk melaksanakan umrah.
  • Haji tamattu', mempunyai arti bersenang-senang atau bersantai-santai dengan melakukan umrah terlebih dahulu di bulan-bulah haji, lain bertahallul. Kemudian mengenakan pakaian ihram lagi untuk melaksanakan ibadah haji, pada tahun yang sama. Tamattu' dapat juga berarti melaksanakan ibadah di dalam bulan-bulan serta di dalam tahun yang sama, tanpa terlebih dahulu pulang ke negeri asal.
  • Haji qiran, mengandung arti menggabungkan, menyatukan atau menyekaliguskan. Yang dimaksud disini adalah menyatukan atau menyekaliguskan berihram untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Haji qiran dilakukan dengan tetap berpakaian ihram sejak miqat makani dan melaksanakan semua rukun dan wajib haji sampai selesai, meskipun mungkin akan memakan waktu lama. Menurut Abu Hanifah, melaksanakan haji qiran, berarti melakukan dua thawaf dan dua sa'i.

Kegiatan ibadah haji

Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
  • Sebelum 8 Zulhijah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
  • 8 Zulhijah, jamaah haji bermalam di Mina. Pada pagi 8 Zulhijah, semua umat Islam memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaan Talbiyah. Jamaah kemudian berangkat menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
  • 9 Zulhijah, pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
  • 10 Zulhijah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadah Jumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (Ula dan Wustha).
  • 11 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • 12 Zulhijah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua, dan tugu ketiga.
  • Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada' (thawaf perpisahan).
Untuk informasi jadwal serta harga untuk Umroh Murah Reguler bersama Jazira Wisata.
Silahkan Hubungi Kami :

Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Email : nurelino@gmail.com

Jazira Wisata
Gd Twink Lantai.3
Jl.Kapten Tendean No.82
Mampang Jakarta Selatan

Pengertian Umroh

Umrah (bahasa Arab: عمرة) adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.
Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan Tawaf di Ka'bah dan Sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari Miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Syarat, Rukun, dan Wajib Umrah

Syarat untuk mengerjakan umrah sama dengan syarat untuk mengerjakan haji:
  1. Beragama Islam
  2. Baligh, dan berakal
  3. Merdeka
  4. Memiliki kemampuan, adanya bekal dan kendaraan
  5. Ada mahram (khusus bagi wanita)
 Sedangkan rukun umrah adalah:
  1. Ihram, berniat untuk memulai umrah
  2. Thawaf
  3. Sai
Adapun wajib umrah adalah:
  1. Melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat
  2. Bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut
Keterangan:
  1. Meninggalkan rukun, maka umrahnya tidak sempurna dan wajib diulangi
  2. Meninggalkan kewajiban, umrah tetap sah dan kesalahan tersebut (meninggalkan kewajiban) bisa ditutupi dengan DAM
  3. Melakukan jima sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing, sebagaimana fatwa Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma

Tipe Umrah

Terdapat beberapa tipe umrah, yang umum adalah umrah yang digabungkan dengan pelaksanaan haji seperti pada haji tamattu, adapula umrah yang tidak terkait dengan haji.
  1. Umrah Mufradah
  2. Umrah Tamattu'
  3. Umrah Sunah
Tata Cara umrah
Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini :
  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot ( batas daerah tanah suci ) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma 'umrotan atau Labbaika Allahumma bi'umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni'mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampai di ka'bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan ka'bah dijadikan berada di sebelah kiri.
  7. Salat 2 raka'at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua.
  8. Sa'i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya'aairillah. Abda'u bima bada'allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa'dahu wa nasoro 'abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
  9. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  10. Sa'i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  11. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  12. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah 

Untuk konsultasi Umroh silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Email : nurelino@gmail.com
Jazira Wisata
Gd Twink Lantai.3
Jl.Kapten Tendean No.82
Mampang Jakarta Selatan

Tips Mencari Koper Hilang di Bandara Saat Umroh

Bandara merupakan tempat yang cukup padat dengan hiruk pikuk penumpang dan barang , sehingga tidak jarang terjadi kehilangan dengan barang bawaan atau koper milik anda. Berikut tips berkaitan dengan koper yang hilang :

1. Cermat Memilih Jalur Bagasi
Ada banyak sekali jalur penurunan barang atau bagasi, cermati dan simak informasi mengenai jalur yang tepat sehingga anda tidak salah mengantri. Lihat nomor penerbangan pesawat anda di atas jalur bagasi.

2. Jaga Baik-baik Kartu Klaim

Pada boarding pass atau tiket terdapat kartu klaim yang bisa anda gunakan untuk menginformasikan kepada petugas tentang koper anda yang hilang. Jangan abaikan kartu klaim ini karena akan sangat berguna saat kehilangan koper anda.

3. Jika Koper Anda Salah Pesawat
Pada kasus yang seperti ini , koper anda biasanya akan di kembalikan namun perlu kesabaran karena akan memakan waktu berhari hari.

4.Tandai Koper Anda
Tandai koper anda agar tidak tertukar dengan koper sejenis dan mudah di temukan. Penting juga anda menambahkan nama , alamat dan no telp di koper anda sehingga mudah di kembalikan jika di temukan orang lain.

5. Pakaian Cadangan
Jangan lupa menyiapkan pakaian cadangan di dalam tas / koper yang di bawa ke kabin. Ini mencegah anda kebingungan mengganti pakaian jika koper anda benar2 hilang.

6. Amankan Barang Berharga
Sebaiknya barang berharga di bawa ke kabin , koper di bagasi hanya berisi pakaian dan barang-barang yang bisa anda beli kembali jika benar2 hilang.

Sangat menarik bukan?? Yuk, Segera ikutan Paket Umroh Plus Turki bersama Jazira Wisata. Pastinya anda tidak sabar untuk menunaikan Umroh?? Segera hubungi konsultan Jazira Wisata. Semoga menjadi Umroh yang Mabrur dan di terima di sisi Allah SWT. Aamiin..

Untuk informasi jadwal serta harga untuk Paket Paket Umroh Murah  bersama Jazira Wisata.
Silahkan Hubungi Kami :

Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Email : nurelino@gmail.com

Jazira Wisata
Gd Twink Lantai.3
Jl.Kapten Tendean No.82
Mampang Jakarta Selatan

Tata Cara Mencium Hajar Aswad

Mencium Hajar Aswad hukumnya hanyalah sebatas sunnah. Namun, obsesi dari jamaah haji dalam menjalankan sunnah ini begitu menggebu-gebu.

Sebagian mereka bahkan rela berdesak-desakan hingga saling dorong demi melaksanakan sunnah tersebut. Namun, bagaimanakah tata cara mencium Hajar Aswad yang disunnahkan Rasul?

Dalam fiqh, mencium Hajar Aswad disebut dengan istilam. Secara terminologi, istilim diartikan sebagai salah satu bentuk ibadah yang diajarkan ketika melakukan ibadah haji yang dilak-sanakan dengan cara mencium atau mengusap Hajar Aswad, yang ter-dapat di sisi Ka’bah, ketika melakukan tawaf.

Dari beberapa hadis Nabi yang berkaitan dengan istilam, dapat diketahui bahwa istilam yang disunatkan tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara sesuai dengan kondisi haji yang melakukannya, yaitu:

a. Bagi jamaah haji yang memperoleh kesempatan untuk mendekati Hajar Aswad dapat melakukannya dengan cara mencium dan meletakkan kedua pipi di atasnya. Hal ini diterangkan dalam satu riwayat yang diterima dari Ibnu Umar yang mengatakan sebagai berikut:

"Rasulullah SAW mendatangi Hajar Aswad dan menciumnya kemudian ia meletakkan kedua pipinya (di atas batu) sambil menangis. Kemudian beliau berkata, “Di sinilah ditumpahkan banyak air mata.” (HR. al-Hakim).

b. Bagi jamaah haji yang tidak bisa meletakkan kedua pipinya di atas Hajar Aswad, cukup dengan mencium saja dan menundukkan kepala kepadanya sebagaimana isyarat penghormatan. Hal ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas sebagai berikut:

“Ibnu Abbas mencium Hajar Aswad dan menundukkan kepala kepadanya.” (HR. Al- Hakim dan Muslim).

c. Bagi Jamaah haji yang tidak memperoleh kesempatan dapat melakukannya dengan mengusapnya dengan tangan, kemudian mencium tangan tersebut sebagaimana  ini dipahami dari riwayat yang diterima dari Nafi’;

“Aku melihat Umar Ibn al-Khatab mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudian ia mencium tangannya berkata; "Aku tidak pernah meninggalkannya sejak aku melihat Rasul SAW melakukannya." (HR. Bukhari dan Muslim).

d. Bagi jamaah haji yang tidak sempat menciumnya, cukup dengan cara mengusapkan tongkat dan kemudian mencium tongkatnya. seperti diterangkan dalam riwayat dari Abi Thufail yang berkata;

“Aku melihat Rasulullah SAW tawwaf di Baitullah dan mengusap Hajar Aswad dengan tongkatnya kemudian mencium tongkatnya' (HR. Muslim).

e. Bagi jamaah haji yang tidak sanggup melaksanakan dengan cara- cara yang disebut di atas cukup dengan melambaikan tangan ke arahnya lalu mengecup tangan sambil terus berjalan dan membaca takbir. Hal ini dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadis berikut:

Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW berkata kepada Umar, “Hai Umar engkau adalah seorang yang kuat, jangan engkau berdesak-desakan untuk mendekati Hajar Aswad lalu kamu menyakiti yang lema h. Jika kamu memperoleh kesempatan maka ciumlah Hajar aKAswad itu. Jika tidak, cukup dengan takbir dan terus berjalan." (HR. Al-Syafi’i).

Namun demikian pelaksanaan yang Iebih utama ialah dengan cara yang pertama, namun harus diperhatikan, janganlah berdesak-desakan yang mengakibatkan orang-orang yang terluka fisiknya atau teraniaya. Maka dengan sendirinya keutamaan cara yang pertama itu tidak lagi beriaku.

Menghindari berdesak-desakan mendekati Hajar Aswad Iebih baik dari menciumnya dan melakukannya dengan cara lain yang dianjurkan. Istilam cukup dilakukan pada putaran pertama ketika melaksanakan tawaf, tetapi jika mungkin, dilakukan pada setiap putaran..


Untuk konsultasi Umroh silahkan langsung menghubungi :

Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54
Email : nurelino@gmail.com
Jazira Wisata
Gd Twink Lantai.3
Jl.Kapten Tendean No.82
Mampang Jakarta Selatan